IPB Badge

Gialdy Putra

H14100108

Laskar 6

Ketika masih duduk di sekolah dasar Ferdi merupakan anak yang pemalas dan selalu tidak mengikuti atau mengamati pelajaran selama di sekolah. Setiap sedang menghadapi ujian dia selalu menyontek dan bertanya kepada temannya sehingga pada akhirnya dia bisa lulus ujian. Kebiasaan itupun berlanjut sewaktu dia naik ke Sekolah Menengah Pertama. Absennya sangat banyak karena dia selalu bolos sekolah. Orang tuanyapun tidak mengetahui hal itu. Setiap pergi ke sekolah dia selalu ke tempat tongkrongan teman-temannya yang sama-sama bolos. Mungkin dalam dua minggu bisa dihitung dengan sebelah tangan berapa kali dia masuk sekolah. Dia tidak menyadari akan hal itu bahwah perbuatannya dapat merugikan masa depannya.

Kebiasaannya semakin parah dengan mengikuti teman-temannya tawuran dengan sekolah lain. Tidak hanya itu, diapun mulai belajar merokok bahkan berani di dalam sekolah ketika jam istirahat. Pada saat itu dia disegani oleh teman-teman sekolahnya dan ditakuti. Naik ke Sekolah Menengah Atas dia mulai mengenal narkoba. Awalnya dia enggan memakai barang tersebut tetapi dengan rasa gengsi yang sangat tinggi dan melihat teman – teman mainnya memakainya, dia akhirnya ikut mencoba. Setiap malam minggu Ferdi dan teman-temannya selalu mengadakan pesta narkoba dengan didampingi minum – minuman beralkohol. Bagi Ferdi itu sudah menjadi rutinitas setiap minggu. Hingga suatu saat dia mendengar salah satu temannya meninggal dan ditangkap oleh polisi karena narkoba. Ferdipun mulai ketakutan akan semua yang dia lakukan. Dia mulai berpikir bahwah selama ini dia menyiakan hidupnya dengan bersenang-senang tanpa memikirkan masa depannya.

Akhirnya dia memutuskan untuk berhenti memakai narkoba, meminum alkohol dan merokok. Ferdi juga menceritakan semuanya ke orang tuanya. Diapun mulai merubah kehidupannya secara perlahan-lahan dengan mengikuti pelajaran di sekolah serta mengulangnya di rumah. Pada suatu ketika dia mendengar dari sekolahnya tentang USMI atau disingkat Undangan Seleksi Masuk IPB. Ferdi mulai mendaftarkan dirinya walaupun dia tau bahwah nilainya tidak terlalu bagus.

Beberapa bulan kemudian Ferdi menerima surat yang berisi pengumuman USMI. Didalam surat tersebut dia tidak diterima dan diapun berkecil hati. Meskipun demikian dia tetap berusaha untuk bisa masuk Universitas Negeri melalui SNMPTN tapi sayang keberuntungan masih belum berpihak kepada dia. Lalu dia memutuskan untuk menunda pendidikannya selama setahun untuk bisa masuk universitas negeri di tahun berikutnya. Setelah melewati perjuangan yang berat selama setahun dan mengikuti SNMPTN untuk kedua kalinya, Ferdi akhirnya diterima di Universitas Negeri IPB seperti apa yang dia impikan. Dia sangat senang sekali karena usaha yang dia lakukan tidak sia-sia. Saat di Universitas, dia menjadi salah satu mahasiswa berperestasi dengan IP 4 atau cum laude. Oleh karena itu dia percaya bahwah tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi yang baik atau bahkan yang lebih baik.

Gialdy Putra

H14100108

Laskar 6

Memang pada dasarnya manusia mempunyai rasa ingin tahu yang besar terutama pada saat mereka mencari tahu hal – hal yang mereka gemari. Saya pernah merasakan hal tersebut ketika saya menggemari hal yang saya suka. Contoh pada saat saya masih kecil, saya menggemari permainan Tamiya yang merupakan sebuah permainan mobil yang menggunakan baterai. Berawal pada saat itu saya hanya mengikuti teman – teman sekolah saya untuk membelinya. Saya hanya menganggap permainan itu sebuah hiburan untuk mengisi waktu kosong dan juga sebagai koleksi. Beberapa hari setelah saya membeli tamiya, dengan tidak sengaja saya melihat orang – orang mempertunjukan tamiyanya dengan kecepatan yang tinggi. Lalu saya mulai tertarik dan bertanya – tanya bagaimana mereka bisa melakukannya.

Dengan rasa penasaran yang tinggi, sayapun mulai berpikir bahwah saya tidak mau hanya bisa menggerakannya tetapi saya bisa membuatnya sempurna terutama dalam kecepatan.  Saya mulai mencari imformasi terhadap orang – orang terdekat saya yang sama- sama menggemari tamiya. Yang awalnya saya berniat memainkan permainan tersebut di waktu kosong,  saya mulai mengorbankan kewajiban – kewajiban saya dan waktu hanya untuk hal tersebut. Tidak hanya itu, saya bahkan menghabiskan uang saku saya untuk memodifikasi tamiya tersebut. Pada saat itu saya hanya memikirkan bagaimana permainan tersebut menjadi cepat bahkan yang tercepat diantara yang lain tetapi tamiya saya selalu kalah.

Sayapun tidak menyerah dan terus mengganti alat – alat atau bagian – bagian terpenting dalam tamiya yang saya miliki tersebut. Karena saya terlalu fokus dengan kecepatannya, saya melupakan keseimbangannya yang mengakibatkan tamiya saya sering keluar lintasan pada saat saya memainkannnya. Lalu saya kembali memodifikasinya agar kecepatan dan keseimbangnnya sama. Dengan seiringnya waktu dan pengalaman saya selama saya menggeluti tamiya, saya akhirnya berhasil membuat tamiya tersebut seperti apa yang saya harapkan. Saya sangat puas dan sangat senang dengan apa yang sudah saya lakukan.

Banyak pengalaman yang saya dapatkan tentang mofidikasi tamiya. Pengalaman ini membuat saya sadar tentang salah satu sifat saya sebagai orang yang pantang menyerah. Oleh karena itu untuk mengejar dan mencapai apa yang kita inginkan dan kita impikan, kita jangan berhenti menyerah dan terus mencoba.

no comment